Dec 23, 2016

Kajian Teori Higher Order Thinking (HOT)

Higher order Thinking (HOT) telah sejak lama diwacanakan dan diteliti oleh para ahli. Diantaranya yaitu penelitian yang dilakukan oleh Bloom tahun 1956, Resnick tahun 1987, dan Marzano tahun 1988 dan 1992. Menurt Bloom, Higher Order Thinking (HOT) merupakan kemampuan abstrak yang berada pada ranah kognitip dari taksonomi sasaran pendidikan yakni mencakup analisiss, sintesis, dan evaluasi. Sedangkan menurut Resnick , Higher Order Thinking (HOT) adalah  suatu proses yang melibatkan mental, seperti klasifikasi, induksi, deduksi, dan reasoning. Adi W. Gunawan dalam bukunya Genius Learning Strategi mendefinisikan Higher Order Thinking (HOT) sebagai strategi dengan proses berpikir tingkat tinggi, dimana siswa didorong untuk memanipulasi informasi dan ide-ide dalam cara tertentu yang dapat memberikan mereka pengertian dan implikasi baru.

Dari beberapa teori tentang strategi Higher Order Thinking (HOT) diatas dapat disimpulkan bahwa strategi Higher Order Thinking (HOT) merupakan strategi yang menggunakan proses berpikir tinggi yang mendorong siswa untuk mencari dan mengeksplorasi informasi sendiri untuk mencari struktur serta hubungan yang mendasarinya, menggunakan fakta-fakta yang tersedia secara efektif dan tepat untuk memecahkan masalah. Strategi ini dapat merangsang siswa untuk mengintrepretasikan, menganalisa informasi sebelumnya sehingga tidak monoton. Dalam pembelajaran konvensional biasanya guru membanjiri muridnya dengan banyak informasi yang harus dihafal dan diingat oleh siswa, namun dalam pembelajaran Higher Order Thinking (HOT) guru mengajarkan kepada anak bagaimana mencari sumber informasi, bagaimana mengevaluasi informasi yang didapat dan bagaimana mereka dapat menggunakan informasi tersebut untuk diri mereka dan untuk orang lain.
Download Buku How to Assess Higher Order Thinking Skills in Your Classroom
Pada dasarnya strategi Higher Order Thinking (HOT) bergantung kepada kemampuan guru dalam menyusun pertanyaan yang akan  menuntut peserta didik berpikir pada tingkat yang lebih tinggi sehingga siswa dapat memecahkan masalah. Keahlian Higher Order Thinking (HOT) meliputi aspek berpikir kritis, berpikir kreatif dan kemampuan memecahkan masalah.4 jadi dengan Higher Order Thinking (HOT) dapat mendorong siswa lebih kritis, kreatif dan memiliki kemampuan  pemecahan  masalah.  Proses  pembelajaran  di  kelas  sudah     seharusnya dimulai dengan merangsang siswa untuk berpikir lebih aktif dari masalah nyata yang pernah dialami atau dapat dipikirkan para siswa. Dengan cara seperti itu, para siswa tidak hanya disuguhi dengan teori-teori dan rumus- rumus matematika yang sudah jadi, akan tetapi para siswa dilatih dan dibiasakan untuk belajar memecahkan masalah selama proses pembelajaran di kelas sedang berlangsung.

Ada tiga alasan mengapa harus menggunakan Higher Order Thinking (HOT) dalam pembelajaran yaitu :
a. Mengerti informasi
Mengerti informasi disini diartikan sebagai proses yang tidak hanya mengetahui dan mengerti suatu informasi akan tetapi juga melibatkan kemampuan untuk menganalisis suatu informasi, menemukan pokok pikiran yang terkandung dalam informasi, membuat hipotesis, menarik kesimpulan dan menghasilkan suatu solusi yang bermutu.
b. Proses berpikir yang berkualitas
Kemampuan Higher Order Thinking (HOT) dibutuhkan untuk menjalani suatu proses berpikir yang berkualitas 

c. Hasil akhir yang berkualitas.
Proses berpikir Higher Order Thinking (HOT) akan mengarahkan peserta didik untuk menghasilkan produk yang berkualitas.

Dalam melaksanakan strategi ini, siswa diberikan saran atau petunjuk untuk memecahkan masalah matematika yang mana petunjuk tersebut  berguna  untuk  melatih  siswa  berpikir  secara  kompleks dan mendalam untuk memecahkan suatu permasalahan. Adapun langkah- langkah tersebut adalah :

a. Klarifikasi masalah
Siswa harus mengenali dan memahami masalah dan menganalisis masalah dengan bantuan penjelasan dari guru. Langkah pertama dalam klarifikasi masalah adalah adalah menemukan dengan tepat apa arti masalahnya. Jadi penting bagi mereka untuk diajari menguraikan masalah melalui pemikiran yang cermat, membaca seluruh masalahnya sebelum memutuskan  apa  pertanyaannya. Petunjuk yang dapat mengarahkan cara berpikir siswa menjadi HOT adalah :
  1. Apa yang kamu ketahui dari permasalahan tersebut?
  2. Apa yang ditanyakan permasalahan tersebut?
  3. Informasi apa saja yang kamu perlukan?

b. Pengungkapan Pendapat
Siswa diarahkan untuk mengungkapkan pendapat bagaimana menyelesaikan masalah yang diberikan dengan cara–cara penyelesaian masalah. Dalam tahap ini siswa memilih atau merencanakan pemecahan, merumuskan suatu hipotesis dan menghasilkan ide-ide. Pertanyaan dan arahan yang dapat mengarahkan siswa berpikir HOT adalah :
  1. Pikirkan jalan apa yang harus ditempuh dalam memecahkan masalah
  2. Apakah saya memerlukan semua informasi yang disediakan?
  3. Apakah masalah ini dapat diselesaikan dengan satu langkah ataukah lebih?

c. Pemilihan dan Implementasi
Pada tahap ini, siswa memilih cara yang mereka gunakan setelah itu melakukan perhitungan, mengembangkan kemungkinan- kemungkinan solusi, menetapkan solusi yang terbaik, dan menerapkan solusi yang telah dipilih. pada tahap ini siswa dituntut untuk mampu menguasai algoritma dasar yang diperlukan untuk penyelesaian masalah yang baik. Petunjuk yang dapat mengarahkan siswa berpikir menjadi HOT adalah: 
  1. Tulis kembali model matematika yang kamu buat!
  2. Selesaikan dengan algoritma dasar yang telah kamu pelajari!

d. Evaluasi
Memeriksa kembali hasil yang diperoleh, mengamati dan mengevaluasi solusi serta menarik kesimpulan.pada langkah ini adalah kegiatan memeriksa jawaban apakah jawabannya sudah masuk akal. Petunjuk yang digunakan adalah :
  1. Lakukan pembuktian untuk menguji jawabanmu!
  2. Bandingkan apakah jawabanmu masuk akal atau tidak!
Langkah-langkah diatas merupakan cara yang harus digunakan  oleh guru untuk mencapai hasil yang berkualitas. Dalam menggunakan strategi ini, guru harus menentukan pada tingkatan mana murid akan diarahkan dalam proses berpikir mereka. Harus ada tujuan dan  perencanaan yang jelas dan terarah dalam setiap pelaksanaan proses pembelajaran.

Sumber : repository.uin-suska.ac.id (File PDF 81.10 kb)

1 komentar

Thanks a bunch for sharing this with all folks you really know what you're talking about! Bookmarked. Please also seek advice from my website =). We may have a link trade arrangement among us netflix login

Silakan tambahkan komentar dan atau jawaban sesuai dengan topik dan komentar dengan link akan dihapus, terima kasih.
EmoticonEmoticon